Saat menuju tempat bisa ngenet kali ini, aku ngeliat lagi kejadian yang menggelikan sekaligus mengharukan
Banjarmasin yang dikenal dengan kota seribu sungai, sekaligus mempunyai pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia, tentunya secara logika haruslah mempunyai pengalaman yang banyak pula terhadap penanggulangan kebakaran, namun apa lacur, pengalaman yang seabrek, sayangnya tidak di dukung dengan kesadaran berorganisasi yang baik.
Sehingga harusnya pemadaman kebakaran yang dapat di handle dengan segera menjadi lambat dalam penanganan.
Hanya karena kurangnya kooordinasi dan kesadaran untuk mau dipimpin dan siap memimpin.Hanya karena ingin menonjolkan nih “kelompok gue yang paling terdepan dalam memadamkan kebakaran”, menyebabkan mereka tidak terkoordinasi dengan baik, dan mencoba untuk sampai lebih dulu di TKP. Tapi apa yang terjadi, mereka bingung sendiri, dimana lokasi yang tepat. Hingga meyebabkan kemacetan di jalan karena mereka saling bersebrangan jalan.
Padahal kalau mereka mau belajar, harusnya kejadian yang seperti ini tidak perlu terjadi berkali-kali.
Dulu..dulu sekali, aku pernah ikutan bersama-sama perwakilan para pemadam di Banjarmasin untuk mengikuti pelatihan “Pemadaman Hutan” kerjasama pemerintah Indonesia dengan Australia.
Sebenarnya banyak ilmu yang kita dapat, tapi yang ku herankan, mengapa hal tersebut tidak di aplikasikan dilapangan, salah satu ilmu mereka adalah……
“walau banyak kelompok pemadam, maka yang mengetahui lebih dulu, atau yang lebih duluan sampai di lokasi, maka dialah sang leader, dan yang lain harus lah berkoordinasi dengan leader, bukannya asal semprot”
Btw semoga lain kali mereka menjadi lebih baik, tulisan ini bukannya di buat untuk menghina apalagi mengecilkan peran para pemadam, namun semoga menjadi sumbang saran dan menjadikan Para Anggota Pemadam Kebakaran di Banjarmasin menjadi lebih professional lagi.